WELCOME TO MY BLOG.....

Fithri Rahmatiah (Phiting)

Selasa, 30 November 2010

KONSEP DATA MENCAKUP HIRARKI DATA, PENYIMPANAN DAN PENGAKSESAN DATA,PEMROSESAN DATA, PERANAN DATABASE DAN DBMS

A. Pendahuluan
Basis data adalah kumpulan file yang saling berelasi dan diorganisasi pada suatu media penyimpanan. Seperti dikatakan semula, bit adalah data, field adalah data, sedangkan kata “data” di dalam komputer harus disebutkan secara spesifik, maka basis data adalah kumpulan file. File terdiri atas berbagai klasifikasi, ada master file, transaction file, report file, work file, program file, dump file, library file, history file, dan sebagainya.
Data Base Management System (DBMS) merupakan paket program(software) yang dibuat agar memudahkan dan mengefisienkan pemasukkan, pengeditan, penghapusan dan pengambilan informasi terhadap database.
B. Pembahasan
I. Hirarki Data
Dalam mengorganisasikan data dikenal istilah hirarki data yaitu elemen data(field) , record dan file.
Yang dimaksud dengan elemen data adalah unit data terkecilo yang tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti.
Record merupakan hirarki setingkat lebih tinggi dari elemen data. Satu record terdiri dari semua elemen data yang berhubungan dengan objek atau kegiatan tertentu. Semua record sejenis disusun menjadi satu file. File adalah kumpulan record data yang berhubungan dengan subyek tertentu.
II. Penyimpanan Sekunder
Metode penyimpanan terdiri dari 2 ,yaitu penyimpanan berurutan dan penyimpanan akses langsung .
Penyimpanan berurutan, adalah suatu organisasi atau penyususunan data di suatumedium penyimpanan yang terdiri dari satu record mengikuti satu record lain dalam suatu urutan tertentu.. sebagian media penyimpanan komputer hanya dapat memproses data yang disusun secara berurutan. Contohnya yaitu Pita magnetic.
Penyimpanan akses langsung (direct access strorage). Adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan record-record ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. DASD (direct access strorage device), unit perangkat keras yang memungkinkan penyimpanan secara akses langsung , alat ini memiliki mekanisme membaca dan menulis langsung yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan, piringan magnetik, floopy disk , hard disk dan compact disk.

III. Pemyimpanan dengan Pemrosesan Data
Ada dua cara dalam mengolah data. Pengolahan batch dan pengolahan on-line. Pengolahan batch mencakup pengumpulan semua transaksi dan pemrosesan sekaligus, dalam batch. Pengolahan on-line mencakup pengolahan transaksi satu persatu.
Pengolahan Batch dapat dilaksanakan dengan menggunakan media penyimpanan berurutan atau akses langsung. Kelemahan sistem ini adalah kenyataan bahwa file baru menjadi mutakir setelah dilakukan siklus harian. Ini berarti manajemen tidak selalu memiliki informasi paling mutakir yang menggambarkan sistem fisik.
Pengolahan on-line memerlukan akses langsung, dikembangkanuntuk mengatasi file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan on-line adalah penyimpanan piringan magnetik.
Sistem real-time adalah suatu sistem yang mengendalikan sistim fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespons dengan cepat pada status sistem fisik. Istilah realtime digunakan untuk menggambarkan sistem on-line yang bereaksi pada kegiatan sistem fisik secara cukup cepat sehingga dapat mengendalikan sistem itu. Sistem ini adalah bentuk khusus dari sistem on-line yang diperluas kemampuannya dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik.
IV. Peranan Database dengan DBMS
DBMS memungkinkan untuk menciptakan database dalam penyimpanan akses langsung komputer memelihara isinya dan menyediakan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yang mahal.
Keuntungan DBMS :
a. Mengurangi pengulangan data.
b. Mencapai independensi data.
c. Mengintegrasikan data dari beberapa file.
d. Mengambil data dan informasi secara cepat.
e. Meningkatkan keamanan.

Kerugian DBMS :
a. Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
b. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
c. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA.

Database terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat mutlak untuk pemecahan masalah. Namun mereka memberikan dasar-dasar penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pemakai.


SUMBER :

http://harymulyadi.files.wordpress.com/2010/02/memahami-konsep-database.pdf
http://deje.wordpress.com/2007/06/13/konsep-basis-data/
http://www.docstoc.com/docs/4205500/KONSEP-DATABASE
widyo.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../Modul_ke_10_sim_PTIK.doc
rizablog89.blogspot.com/2010/10/konsep-database.html
ebook.stmik-abg.ac.id/BasisData/Handout%20Database.doc
www.scribd.com/doc/26514547/Konsep-Database
aprilia180490.wordpress.com/2009/11/04/database/
http://nurulfajarini.blogspot.com/2010/05/database_19.html
http://yemimaidea-41207373.blogspot.com/2009/12/database.html

Senin, 29 November 2010

MANAJEMEN SUMBER INFORMASI DALAM ORGANISASI BERBASIS KOMPUTER

A. Pendahuluan

Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan dan dapat dikelola seperti halnya sumber lain.
IRM (Information Resource Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang menghasilkan informasi yang berkualitas.
B. Tinjauan Pustaka
“Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.”
C. Pembahasan
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
• Tipe-tipe dari sumber informasi :
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.
• Informasi sebagai sumber strategis
1) Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif.
2) Arus informasi antara perusahaan dan pelanggan.
• Keuntungan Kompetitif dicapai bila :
1) Terjalin hubungan yang baik antara elemen-elemen.
2) Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya.
3) Pentingnya efisiensi operasional.
IOS (Interorganizational Information System)
• IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
• IOS fasilitator bertugas : menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tsb mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif.
CIO (Chief Information Officer)
• Kepala bagian Informasi turut berperan dalam pembuatan keputusan penting dalam perusahaan & memberi laporan langsung ke eksekutif.
• Sebutan lain dari CIO : Direktur SIM, Vice President SIM
• Tugas CIO :
1) Mempelajari bisnis & teknologinya
2) Menjalin kemitraan dengan unit bisnis & manajemen
3) Fokus memperbaiki proses bisnis dasar
4) Memperkirakan biaya sistem informasi dalam bisnis
5) Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpecaya.
SPIR ( Strategic Planning for Information Resources)
• Perencanaan strategic merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian. Karena memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai tujuan organisasi pada masa sekarang dan akan datang.
• Gagasan utama dari SPIR adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk pencapaian tujuan.
• Perencanaan yang digunakan Top Down :
• Langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi kemudian direncanakan aktifitas setiap unit perusahaan.
• Pendekatan-pendekatan Top Down :
a) BSP IBM (Business System Planning)
• Pendekatan studi total
• Setiap manajer diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.
b) CSF (Critical Success Factor)
Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci keberhasilan yang nenentukan keberhasilan dan kegagalan
c) Transformasi susunan strategis
1. Misi, Tujuan, strategi dari perusahaan merupakan dasar tujuan, batasan, strategi perencanaan sistem.
2. Proses pentransformasian dari susunan strategi organisasi menjadi susunan strategi SIM dinamakan proses perencanaan strategi SIM.
Usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai IRM yang sukses adalah :
• Perusahaan berusaha untuk menggunakan informasi untuk mencapai keuntungan kompetitif.
• Para eksekutif harus menyadari bahwa pelayanan informasi sebagai area fungsional.
• Para eksekutif harus mengakui keberadaan CIO
• Para eksekutif harus memasukkan sumber-sumber informasi dalam perencanaan strategi.
• Adanya perencanaan strategi formal untuk sumber-sumber informasi
• Perencanaan strategis juga mengatur pemakai komputer.
D. Penutup
Manjemen sumber informasi adalah salah satu elemen yang penting bagi CBIS, karena IRM sangat mendukung pengolahan sumber-sumber informasi.


SUMBER :
http://anitawulan.wordpress.com/2010/11/06/pengantar-sistem-informasi-berbasis-komputer/
http://ipoen.blogspot.com/2008/09/manajemen-sumber-informasi.html
http://parno.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13807/Pengenalan++IRM.doc
http://ilmukomputer.org/2008/11/25/computer-based-information-system-cbis/
http://dewipratami.wordpress.com/2010/10/09/sistem-informasi-berbasis-komputer
http://sri_wiji.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18256/Modul+1+SIM.doc
http://litbang.kominfo.go.id/2008/02/26/cbis-sistem-informasi-berbasis-komputer/
ilmukomputer.org/category/sistem-informasi-manajemen
http://bpadjogja.info/file/79ff87675947f2ff36419ef6213c6e01.pdf
marlinapratiwi.blogspot.com/.../computer-based-information-system-cbis.html

SISTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE DAN FASE-FASENYA

A. Pendahuluan
Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle).
B. Pembahasan
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis system dan programmer dalam membangun system informasi. Langkah yang digunakan sebagai berikut :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan


SDLC adalah proses pembuatan dan epngubahan system serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sitem-sistem tersebut.
SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan utama, yaitu :
• Analisis
• Design
• Implementation

FASE ANALISIS

Dalam tahap ini , digunakan oleh analis system untuk :
1. Untuk membuat keputusan apabila system memiliki masalah atau sudah tidak berfungsi dengan baik dan hasil analisisnya digunakan untuk memperbaiki system
2. Mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang akan ditangani
3. Memahami system yang saat ini sedang berjalan
4. Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.
Tujuan dari analisis sistem adalah untuk menentukan di mana masalahnya adalah dalam upaya untuk memperbaiki sistem. Langkah ini melibatkan mendobrak sistem di bagian yang berbeda untuk menganalisis situasi, menganalisis tujuan proyek, meruntuhkan apa yang perlu dibuat dan berusaha untuk melibatkan pengguna sehingga persyaratan tertentu dapat didefinisikan. Analisis persyaratan kadang-kadang memerlukan individu / tim dari klien serta sebagai pihak penyedia layanan untuk mendapatkan detail dan akurat persyaratan . Sering ada menjadi banyak dan dari komunikasi untuk memahami persyaratan tersebut. Persyaratan pengumpulan adalah aspek yang paling penting karena banyak kali kesenjangan komunikasi yang muncul dalam fase ini dan ini menyebabkan kesalahan validasi dan bug dalam program perangkat lunak.

FASE DESIGN

Perancangan system (design) merancang alur kerja (workflow) dari system pembentuk diagram alur atau data flow diagram . Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment).

FASE IMPLEMENTATION
Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk :
1. Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.
2. Mengimplementasikan sistem yang baru.
3. Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal.
Dalam perkembangannya SDLC dilengkapi oleh berbagai teknik pengembangan
sistem, yaitu:
• Prototyping
prototyping adalah proses pembuatan model sederhana untuk software final yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal. Jenis-jenis teknik prototyping adalah:

1) Trowaway Prototyping.
2) Evolutionary Prototyping.
3) Incremental Prototyping.
• Waterfall
• Spiral
Teknik spiral mencoba menggabungkan model prototyping dan waterfall. Biasa digunakan untuk proyek besar yang mahal dan rumit. Digunakan oleh militer Amerika untuk mengembangkan program Future Combat Systems.

C. Kesimpulan
Kesimpulannya SDLC adalah suatu system yang sangat baik untuk mendukung suatu perusahaan dalam menjalani kegiatan bisnis sehari-hari. SDLC ini akan berjalan baik jika kita mau mempelajarinya dengan baik.


SUMBER :

http://mastomizagreenada.blogspot.com/2010/05/pengertian-system-development-life.html
http://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/
http://dewa18.wordpress.com/2010/02/15/systems-development-life-cycle/
http://www.gangsir.com/download/Minggu2-SDLC.pdf
http://omcom-ombay.blogspot.com/2008/09/sdlc-system-development-life-cycle.html
http://kelassisteminformasi.blogspot.com/2009/10/sdlc-system-development-life-cycle.html
http://www.total.or.id/info.php?kk=System%20Development%20Life%20Cycle
http://www.simplearning.co.cc/2010/03/system-development-life-cycle.html
http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2010/09/27/sdlc-systems-development-life-cycle/
www.scribd.com/doc/.../Sistem-Development-Life-Cycle-SDLC

KOMUNIKASI DATA dan KEMANAN SISTEM INFORMASI SERTA PENGENDALIANNYA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

I. KOMUNIKASI DATA

Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi di antara computer-komputer dan pirant-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Menurut Wikipedia, Komunikasi Data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet.

• Komponen Komunikasi Data
1. Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data.
2. Penerima, adalah piranti yang menerima data.
3. Data, adalah informasi yang akan dipindahkan.
4. Media Pengiriman , adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data.
5. Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.

I. KEAMANAN SISTEM INFORMASI

Berbicara masalah keamanan system informasi maka kita berbicara adanya kemungkinan resiko yang muncul . Untuk menjamin hal tersebut maka keamanan system informasi harus memiliki criteria yang harus diperhatikan , adapun yang harus dperhatikan sebagai berikut :

1. Akses kontrol sistem yang digunakan
2. Telekomunikasi dan jaringan yang dipakai
3. Manajemen praktis yang di pakai
4. Pengembangan sistem aplikasi yang digunakan
5. Cryptographs yang diterapkan
6. Arsitektur dari sistem informasi yang diterapkan
7. Pengoperasian yang ada
8. Busineess Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP)
9. Kebutuhan Hukum, bentuk investigasi dan kode etik yang diterapkan
10. Tata letak fisik dari sistem yang ada

Selain 10 hal tersebut keamanan informasi dapat dilindungi oleh beberapa aspek sebagai berikut :

1) Confidentiality ( Kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi , memastikkan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
2) Integrity ( Integritas ) aspek yang menjamin bahwa data tidak dapat berubah tanpa ada izin pihak yang berwenang , menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity.
3) Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikkan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat trekait.

Kemajuan dalam telekomunikasi dan perangkat lunak dan keras komputer secara signifikan juga memberikan kontribusi atas meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap sistem informasi. Melalui jaringan telekomunikasi, informasi disebarkan atau dihubungkan ke berbagai lokasi. Kemungkinan adanya akses yang tidak sah, gangguan atau kecurangan dapat saja terjadi baik di satu atau beberapa lokasi yang terhubung. Semakin kompleksnya perangkat keras juga menciptakan kemungkinan terjadinya peluang untuk penetrasi dan manipulasi penggunaan sistem informasi.
Pertumbuhan dan penggunaan yang pesat internet dalam berbagai aktivitas juga mengundang timbulnya berbagai gangguan terhadap sistem informasi. Dua hal yang menjadi perhatian di sini adalah masalah hackers dan virus. Hacker adalah seseorang yang melakukan akses yang tidak sah ke jaringan komputer untuk tujuan mencari keuntungan, kriminal, atau hanya untuk sekedar kesenangannya. Sedangkan virus adalah program yang mengganggu dan merusak file yang ada dalam komputer, serta sulit untuk dideteksi. Virus ini dapat cepat sekali menyebar, menghancurkan file, dan mengganggu pemrosesan dan memory sistem informasi. Umumnya, untuk mencegah penyebaran virus yang menyerang, digunakan program khusus anti virus yang didesain untuk mengecek sistem komputer dan file yang ada dari kemungkinan terinfeksi oleh virus komputer. Seringkali, anti virus ini mampu untuk mengeliminasi virus dari area yang terinfeksi. Namun, program antivirus ini hanya dapat untuk mengeliminasi atas virus-virus komputer yang sudah ada. Oleh karenanya, para pengguna komputer disarankan untuk secara berkala memperbarui program anti virus mereka.
Semakin meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap teknologi informasi telah membuat para pengembang dan pengguna sistem informasi untuk menempatkan perhatian yang khusus, terutama aterhadap permasalahan permasalahan yng dapat menjadi kendala untuk penggunaan sistem informasi secara memadai. Paling tidak ada 3 hal yang menjadi perhatian khusus di sini, yaitu:

1. Bencana (disaster)
Perangkat keras komputer, program-program, file-file data, dan peralatan-peralatan komputer lain dapat dengan seketika hancur oleh karena adanya bencana, seperti: kebakaran, hubungan arus pendek (listrik), tsunami, dan bencana-bencana lainnya. Jika bencana ini menimpa, mungkin perlu waktu bertahun-tahun dan biaya yang cukup besar (jutaan dan bahkan mungkin milyaran rupiah) untuk merekonstruksi file data dan program komputer yang hancur. Oleh karenanya, untuk pencegahan atau meminimalkan dampak dari bencana, setiap organisasi yang aktivitasnya sudah memanfaatkan teknologi informasi biasanya sudah memiliki:
a. Rencana Kesinambungan Kegiatan (pada perusahaan dikenal dengan Bussiness Continuity Plan) yaitu suatu fasilitas atau prosedur yang dibangun untuk menjaga kesinambungan kegiatan/layanan apabila terjadi bencana.
b. Rencana Pemulihan Dampak Bencana “disaster recovery plan”, yaitu fasilitas atau prosedur untuk memperbaiki dan/atau mengembalikan kerusakan/dampak suatu bencana ke kondisi semula. Disaster recovery plan ini juga meliputi kemampuan untuk prosedur organisasi dan “back up” pemrosesan, penyimpanan, dan basis data.

2. Sistem Pengamanan (security)
Merupakan kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian, atau kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan-peralatan untuk mengamankan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan komunikasi, dan data.

3. Kesalahan (errors)
Komputer dapat juga menyebabkan timbulnya kesalahan yang sangat mengganggu dan menghancurkan catatan atau dokumen, serta aktivitas operasional organisasi. Kesalahan (error) dalam sistem yang terotomatisasi dapat terjadi di berbagai titik di dalam siklus prosesnya, misalnya: pada saat entri-data, kesalahan program, operasional komputer, dan perangkat keras.
II. TUJUAN KEAMANAN INFORMASI
Keamanan Informasi dutujukan untuk mencapai tiga ujuian utama yaitu kerahasiaan, ketersediaan dan integritas.
• Kerahasiaan
Perusahaan berusaha untuk melindungi data informasinya dari pengungkapan dari orang-orang yang tidak dikenal.
• Ketersediaan
Tujuan dari infrastruktur informasi perusahaan adalah menyediakan data dan informasi sedia bagi pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk menggunakannya.
• Integritas
Semua system informasi harus memberikan representasi akurat atas fisik yang dipresntasikannya.


SUMBER :

http://www.wahid.web.ugm.ac.id/paper/komunikasi_data.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_data
http://www.scribd.com/doc/25557302/KEAMANAN-INFORMASI
http://mugi.or.id/blogs/oke/archive/2008/12/16/keamanan-sistem-informasi-apa-dan-bagaimana.aspx
http://yemimaidea-41207373.blogspot.com/2009/10/pengamanan-dan-pengendalian-sistem.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_informasi
http://www.docstoc.com/docs/13542645/Keamanan-Sistem-Informasi
lily.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../Keamanan+Sistem+Informasi.ppt
http://www.paume.itb.ac.id/rahard/el776/secure-intro.pdf